BERITA DUNIA Ahok Digaji Rp 3,2 M, Pertamina: Itu Hoaks

BERITA DUNIA Ahok Digaji Rp 3,2 M, Pertamina: Itu Hoaks

BERITA DUNIA Ahok Digaji Rp 3,2 M, Pertamina: Itu Hoaks Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Resmi menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada Senin 25 November 2019 hari ini.

Kunjungan Ahok ke Kantor Menteri BUMN hari ini adalah tanda bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta telah resmi menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Ini diumumkan oleh Ahok ketika dia tiba di kantor Menteri BUMN.

BERITA DUNIA Ahok Digaji Rp 3,2 M, Pertamina: Itu Hoaks
BERITA DUNIA Ahok Digaji Rp 3,2 M, Pertamina: Itu Hoaks

“Keputusan itu dibuat hari ini, jadi saya meminta untuk menerima keputusan itu, dan sejak saat itu saya tidak tahu,” kata Ahok, sambil bermesraan dengan Compass TV.

BERITA DUNIA Pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Dilakukan pada saat Mesias Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) Pertamina. Personel khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa RUPST diadakan setelah menerima surat persetujuan dari presiden.

Dia juga mengatakan bahwa RUPS akan diadakan Senin ini. Setelah Ahok diangkat menjadi Komisaris, Menteri BUMN Erick Thohir segera memintanya untuk memenuhi tugasnya.

BERITA DUNIA Arya mengatakan tugas Ahok. Yang termasuk pengawasan, dedikasi, efisiensi pada masalah penyulingan minyak Pertamina.

“Begitu Pak Ahok segera memutuskan, tugasnya adalah memantau, mendistribusikan, mengoptimalkan, dan mengelola penyempurnaan (milik Pertamina),” kata Arya seperti dikompilasi oleh Kompas.com.

Setelah Ahok diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), ia dikatakan telah menerima gaji dan gaji sebesar Rp 3,2 miliar per bulan.

Dalam menyebarkan berita, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan berita itu palsu.

“Gaji Rp 3,2 miliar itu banyak sekali. Ya, anggap saja itu hoaks ya, Pak,” kata Basuki Trikora Putra saat menghadiri rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Basuki Trikora Putra mengatakan nilainya tidak tergoyahkan. Bahkan, dia tidak tahu di mana perhitungan menghasilkan Rp 3,2 miliar sebulan.

“Itu nomor yang tidak bertanggung jawab. Kami tidak tahu di mana nomornya,” katanya.

BERITA DUNIA Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mempertanyakan kebijakan yang Ahok perlu mundur dari kader partai. Karena aturan yang ada, Ahok tidak diharuskan mengundurkan diri karena dia bukan pejabat partai.

Djarot mempertanyakan mengapa Ahok dipromosikan menjadi kadet partai setelah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

“Ikuti aturan ini, bagi kami, partai selalu dilatih untuk mematuhi aturan hukum. Sepengetahuan kami ada juga beberapa komisaris dan anggota partai, jadi mengapa ini hanya berlaku untuk Ahok, misalnya?” Kata Djarot di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

BERITA DUNIA Djarot juga menekankan bahwa Ahok akan menjadi profesional. Selama menjadi Presiden PT Pertamina (Persero). Ahok tentu saja tidak menggabungkan masalah partai dengan kepentingannya sebagai ketua.

“Saya yakin dia tidak akan menyesatkan dia sebagai anggota partai dan dia akan menjadi komisaris utama. Ini berbeda dari bisnisnya,” katanya.

Djarot tidak peduli siapa pun yang meragukan rekam jejak Ahok. Menurutnya, jawabannya adalah normal.

“Teruslah, teruskan, lakukan atau tidak, oke, ada sesuatu yang menguat, normal,” kata Djarot.