BERITA DUNIA Bocah Tewas Bermain Skuter Listrik

BERITA DUNIA Bocah Tewas Bermain Skuter Listrik

BERITA DUNIA Bocah Tewas Bermain Skuter Listrik Bocah 19 tahun, Wisnu merupakan korban tewas insiden mobil tabrak skuter listrik. Keluarga sang korban tak ingin kasus tersebut berakhir damai.

Sebagai Ibu Korban, Muhimah menginginkan kasus ini diusut tuntas melalui jalur hukum.

BERITA DUNIA Bocah Tewas Bermain Skuter Listrik
BERITA DUNIA Bocah Tewas Bermain Skuter Listrik
“Oh enggak, enggak mau (pelakunya bebas). Gimana pun juga harus diproses (hukum),” ujar Muhimah di rumahnya, Jalan Asrama Polri, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Pusat, pada Rabu 11 November 2019.

Peristiwa tersebut terjadi di dekat mall FX, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat pada Minggu 10 Novemver 2019. Kecelakaan tersebut menewaskan dua orang dan satu korban luka.

BERITA DUNIA Meskipun, Muhimah mengatakan beberapa kali pihak keluarga pelaku berusaha menjalin komunikasi dengannya. Bahkan ibu pelaku, membayar deposit untuk pemindahan Wisnu yang dirawat di UGD ke ICU.

“Pas mau dipindah ke ICU, disuruh bayar deposit dulu, pas mau bayar, ternyata udah dibayar Rp 10 juta. Ternyata sama ibu pelaku,” kata Muhimah.

BERITA DUNIA Selain deposit, biaya obat Rp 5 juta juga dibayar oleh ibu pelaku. Muhimah menegaskan pihaknya tidak pernah meminta kepada keluarga pelaku untuk membiayai pengobatan anaknya.

“Kita enggak pernah minta ya, dia tiba-tiba ngasih sendiri ya silakan,” jelasnya.

Eddy Gunawan, Ayah dari korban menilai ibu pelaku ingin menawarkan jalur damai. Ia menceritakan sejak Wisnu dirawat di RS Mintohardjo, Jakarta Pusat, ibu pelaku beberapa kali datang menjenguk.

BERITA DUNIA Menurutnya Ibu pelaku berusaha untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun, saat itu kelurga korban tidak mau berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak pelaku.

“Dia datang, nanya kondisi anak saya, minta maaf, ya sudah saya terima, saya jelaskan. Tapi lebih jauh saya belum mau. Tunggu anak saya sadar,” tuturnya.

Bahkan, sampai Wisnu meninggal dunia dan dimakamkan, keluarga pelaku juga datang ke acara pemakaman. Meski tidak ada tawaran langsung untuk berdamai. Namun ia menilai keluarga pelaku ingin menawarkan kasus ini tak diselesaikan di jalur hukum.

“Ya kita kan bisa lihat dari gelagatnya saja ya, tujuannya apa dia datang berkali-kali ke saya,” pungkasnya.