BERITA DUNIA Dada & Alat Vital Pria Makassar Disetrum

BERITA DUNIA Dada & Alat Vital Pria Makassar Disetrum

BERITA DUNIA Dada & Alat Vital Pria Makassar Disetrum Nasib SM yang malang. Dia dikatakan telah menjadi korban penangkapan palsu oleh polisi atas tuduhan perampokan. Kondisi SM saat ini masih kritis, dengan memar di dada kiri dan pendarahan di alat kelamin.

Pria berusia 21 tahun, yang bekerja setiap hari sebagai sapu di Pasar Kalimbu, dituduh mencuri ponsel dan terlibat dalam pencurian dengan kekerasan di beberapa lokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. SM ditangkap oleh beberapa petugas polisi pada hari Minggu, 13 Oktober 2019 pukul 11:00 hari Rabu.

BERITA DUNIA Dada & Alat Vital Pria Makassar Disetrum
BERITA DUNIA Dada & Alat Vital Pria Makassar Disetrum
“Anak saya ditangkap ketika dia ingin membeli beras kuning, tetapi saya ingin mengikutinya tetapi orang-orang yang memeluk saya diberitahu itu berbahaya,” kata ibu SM, AM (57), Jumat. 11/29/2019).

Tiga hari kemudian, SM dibawa ke rumahnya oleh seorang petugas polisi yang sebelumnya telah menangkapnya karena diduga merampoknya. AM mengatakan pada waktu itu putranya diminta oleh polisi untuk membuktikan bukti senjata tajam yang digunakan oleh SM ketika dia bertindak.

“Anak saya sedang dikendalikan oleh polisi, katanya dia ingin menemukan panah otomatis di rumah karena anak saya mengatakan dia terlibat dalam penggusuran. Tapi di mana busur itu ditemukan, tidak ada,” kata AM dengan air mata di matanya. .

Tidak dapat menemukan bukti senjata yang diusulkan, beberapa petugas polisi pergi dan kembali untuk membawa SM yang dituduh terlibat dalam tindakan tersebut. AM mengakui bahwa dia sedih melihat putranya penuh memar dan memar saat dia berjalan saat itu.

Perjuangan Ibu untuk Menemukan Anak

Ibu SM mencoba untuk mencari di kantor polisi di mana putranya dibatasi untuk mengunjungi hampir semua kantor polisi di kota Makassar. Dia akhirnya mengetahui bahwa putranya aman di kantor polisi Rappocini di Kota Makassar.

AM juga mengikuti putranya ke Kantor Polisi Rappocini dengan niat untuk mengunjungi dan melihat SM. Tetapi pada saat itu polisi tidak mengizinkannya untuk melihat putranya sendiri.

BERITA DUNIA “Aku tidak diizinkan bertemu,” kata AM.

AM telah menyusun beberapa cara untuk membawa pulang putranya, hingga akhirnya pada 22 Oktober 2019, ia dibawa oleh SM. Tetapi ketika SM dalam kondisi kritis, dia tidak bisa lagi berjalan dengan memar di dada kiri dan alat kelaminnya.

AM mengatakan dari pengakuan SM, putranya harus mengakui dakwaan yang diajukan kepadanya dengan kejutan di dadanya dan alat kelaminnya.

“Saya segera membawanya ke rumah sakit, kata dokter dengan radang di hatinya.

Penjelasan Polisi

Secara terpisah, Kepala Polisi Rappocini Edhy Supriyadi membantah bahwa penangkapan di SM adalah penangkapan palsu oleh polisi.

“Dari berita acara penyidikan, dia adalah pelaku, jadi itu bukan penangkapannya,” kata Edhy, Jumat (29/11/2019) malam lalu.

Edhy menjelaskan bahwa Salman adalah penjahat yang bertindak dengan dua temannya, Sandi dan Coger. Ketiga, korban melaporkan pada bulan Juli.

Mod, Salman dan dua temannya, sedang menunggu korban di Saddang River Road. Kemudian pura-pura bertanya pada calon korban, yang menyebabkan kendaraan kehabisan bahan bakar.

Setelah membantu korban, Salman dan temannya mengeluarkan senjata tajam dalam bentuk busur dan menuntut barang-barang berharga.

BERITA DUNIA “Itu modenya,” katanya singkat.

Edhy juga menyatakan bahwa SM sebelumnya telah diamankan oleh Resmob Polres Sulawesi Selatan, kemudian diteruskan ke Kantor Polisi Rappocini karena lokasi kejadian berada di kantor polisi Rappocini.

Edhy juga mengatakan dia tidak mengetahui sejauh mana cedera yang diderita SM saat ini. Menurut Edhy, para korban sebelum BC dipindahkan ke Kantor Polisi Rappocini.

“Ini adalah luka yang saya terima dari pengembangan Kantor Polisi Kabupaten Sulawesi Selatan,” katanya.

Polisi Rappocini kemudian memutuskan untuk kembali ke SM karena dia bersyukur atas kondisinya yang kritis.

“Jadi kami berpikir, sebagai orang biasa bahwa kami memiliki perasaan, kami meninggalkannya untuk perawatan,” katanya.