BERITA DUNIA Menkeu Tidak Periksa Saldo diatas Rp 1M

BERITA DUNIA Menkeu Tidak Periksa Saldo diatas Rp 1M

BERITA DUNIA Menkeu Tidak Periksa Saldo diatas Rp 1M Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan. Bahwa tidak ada saldo rekening giro lebih dari Rp1 miliar untuk keperluan pajak. Mengamati meningkatnya jumlah artis dan pengguna YouTube yang menunjukkan saldo tabungan di depan umum.

“Kami tidak membayar pajak lebih dari $ 1 miliar. Bagaimana kami membayar pajak,” katanya di Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat pada hari Rabu.

BERITA DUNIA Menkeu Tidak Periksa Saldo diatas Rp 1M
BERITA DUNIA Menkeu Tidak Periksa Saldo diatas Rp 1M

Menteri Keuangan melanjutkan jika saldo akun dapat dikurangkan dari pajak, maka seharusnya tidak menjadi masalah sama sekali.

“Jadi, jika sebenarnya satu miliar adalah laba yang diuntungkan pajak, maka tidak apa-apa,” katanya.

Kementerian Keuangan belum meninjau akun publik, tetapi pemerintah telah menerima laporan rutin, terutama akun dengan saldo jumbo.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia percaya bahwa setiap komunitas mematuhi.

“Kami juga tidak memeriksa, kami mendapat laporan berkala, yang sesuai dengan aturan akses informasi,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Suryo Utomo tentang Cyberbullying dengan staf media baru-baru ini mengatakan. Bahwa DJP sudah memiliki data kepemilikan saldo rekening pembayar pajak (OP) lebih dari Rp1 miliar.

BERITA DUNIA Data itu, kata dia, diperoleh dari pihak perbankan secara otomatis.

Suryo mengatakan Direktorat Jenderal Pajak yang baru akan dapat mengakses dan membuka data jika dia melakukan penelitian lebih lanjut. Seperti beberapa YouTuber yang tidak ingin membayar pajak.

“Kami menerima data keuangan secara otomatis. Dan kami memulainya untuk data keuangan dalam bentuk saldo akun pada 31 Desember 2017, kami memintanya. Kami menerimanya pada April 2018,” katanya.

Ini sesuai dengan ketentuan Transformasi Informasi Otomatis (AEoI) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). 39 Tahun 2017 tentang Prosedur Pertukaran Informasi.

BERITA DUNIA Sebelumnya, marak fenomena artis dan youtuber memamerkan saldo ATM. Fenomena ini rupanya tak hanya menarik minat masyarakat luas, namun juga Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan. Dalam proses pemungutan pajak, otoritas fiskal tak memandang profesi atau dari mana pendapatan wajib pajak berasal.

Jika orang tersebut memiliki penghasilan di Indonesia. Dan jumlahnya penghasilannya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Atau di atas Rp 54 juta per bulan, maka wajib untuk membayar pajak.

“Youtuber, kalau dia orang Indonesia, dapat penghasilan di Indonesia. Atau pun dia penjual online, penjual di pasar, selama di atas PTKP dia wajib bayar PPh (Pajak Penghasilan). Secara self assesment,” ujar Suryo ketika memberi penjelasan kepada awak media di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Adapun jika para selebritas tersebut ternyata tak membayarkan pajak. Pihak DJP telah memiliki data rekening perbankan dengan saldo di atas Rp 1 miliar.

“Kalau enggak setor, bisa dilihat datanya di Pak Irawan (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak). Ada atau enggak,” ujar dia.