SPORTS Pengawalan Kasus Pengeroyokan Suporter

SPORTS Pengawalan Kasus Pengeroyokan Suporter

SPORTS Pengawalan Kasus Pengeroyokan Suporter Pendukung tim nasional Indonesia, Yovan. Telah menjadi korban pendukung sepakbola Malaysia selama Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Setelah video itu mengalahkan penggemar hardcore Malaysia menyebar di media sosial. Yovan akhirnya mendapat banyak dukungan dari orang-orang di Indonesia, terutama penggemar sepak bola.

Yovan melaporkan dan memberikan bukti di kedutaan Indonesia di Malaysia. Dengan mengunggah Insta Story ke akun Instagram-nya, dia menulis kalimat yang mengundang semua orang Indonesia untuk terus menonton kasus ini.

SPORTS Pengawalan Kasus Pengeroyokan Suporter
SPORTS Pengawalan Kasus Pengeroyokan Suporter

“Sebagai bukti, saya pikir saya menyerahkannya ke kedutaan Indonesia. Dan sekarang kami tinggal menunggu acara berikutnya dan kami akan berjaga-jaga. Terima kasih, teman-teman. Karena telah membantu Anda, Marwah Garuda,” tulis Yovan.

Bahkan, aksi kekerasan oleh pendukung Malaysia telah datang dari netizen, terutama dari Indonesia. Kementpora dan PSSI kemudian membantu tembakan untuk diuji dengan benar.

Melalui media sosial, Menpora Malaysia Syed Saddiq juga mengeluarkan permintaan maaf dan berjanji bahwa kasus itu akan diselesaikan.

SPORTS Yovan sedang menjalani perawatan setelah dicuci oleh seorang pekerja keras di Kuala Lumpur beberapa jam yang lalu.

“Sekarang saya berada di kampung halaman saya untuk pemulihan dan bersatu kembali dengan keluarga saya. Saya tidak pernah kembali ke kampung halaman saya. Hanya ke Lapangan,” tulis Yovan dalam sebuah posting di akun pribadinya di Instagram.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq, meminta maaf kepada pendukung Indonesia. Untuk video di akun Instagram-nya pada Sabtu malam, 23 November 2019.

“Saya ingin meminta maaf kepada semua kolega saya di Indonesia. Saya minta maaf atas tragedi yang telah berlangsung selama berhari-hari,” katanya, mengutip rekaman video.

Sebelumnya, pada hari Jumat, 22 November 2019, Syed Saddiq mengatakan ada kekalahan. Dan menikam pendukung Malaysia terhadap nasionalis Indonesia adalah tipuan. “Tolong jangan percaya penipuan, berita palsu, fitnah, mengatakan bahwa ada pendukung Indonesia adalah tipuan yang dibuat oleh pendukung Malaysia,” katanya.

Saat itu, ia mengaku telah menerima laporan polisi. Dia juga menghubungi polisi Malaysia yang melakukan kontak dengan polisi Indonesia yang memiliki video penembakan virus. “Itu tidak benar, videonya menipu, bukan karena hubungan kita suram,” katanya.

Perubahan perilaku Syed Saddiq dikaitkan dengan kepolisian Indonesia yang mengkonfirmasi bahwa kasus pemukulan dan penikaman itu benar. Selain itu, sebuah video muncul dari korban yang menunjukkan wajahnya setelah pemukulan.

SPORTS Syed Saddiq mengatakan dia yakin akan pemukulan dan tragedi pendukung Indonesia. Insiden itu, tidak terjadi di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Atau selama turnamen tetapi pada 20 kilometer dari Bukit Jalil sekitar jam 3 sore.

“Kami masih yakin bahwa kasus ini terkait dengan pertandingan sepak bola karena melibatkan orang Indonesia,” katanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, 26, menyerukan para korban untuk tampil demi keadilan. “Ini adalah tanggung jawab kita,” katanya.

Saddiq menambahkan informasi yang diunggah, “Maaf.” Dia memastikan bahwa para pelaku akan dibawa ke pengadilan. “Saya akan memastikan keadilan menjadi milik semua orang, bukan hanya dari Malaysia atau Indonesia.”

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan meminta maaf dari Malaysia. Sehubungan dengan insiden penganiayaan pendukung Indonesia. Telah terjadi sebelum dan sesudah kualifikasi Piala Dunia 2022 vs Piala Dunia Malaysia pada 19 November 2019.

Permintaan itu tertuang dalam surat bernomor 11.22.12/SET/XI/2019 yang ditandatangani Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Jumat (22 November ) dan ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Belia dan Sukan Malaysia.